| Awet Dibalut Kawat Nyamuk |
| 2010-08-20 23:49:41 |
| Menurut Ketut, sapaan mekanik bengkel Pro Tuner di Denpasar Bali itu, glasswool habis terbakar karena panas. Gas buang panas membakar glasswool lewat lubang pipa saringan silencer. Makanya, biar glasswool awet, panas di knalpot harus diredam. Peredaman panas ala Ketut cukup unik. Namun juga mudah dilakukan. Ia membalut lagi pipa saringan di dalam silencer dengan kawat nyamuk yang dibuat dari bahan logam. Cara ini seperti memadatkan glasswool. "Dengan memasang kawat nyamuk, udara panas ke glasswool jadi sedikit terhalang. Hasilnya, umur glasswool bisa dua kali lipat lebih lama," jelas Ketut yang aslinya orang Jawa Tengah itu. Membalut kawat nyamuk di saringan silencer perlu membuka dulu muffler. Biasanya silencer knalpot free flow dipaku rivet. Jadi, siapkan dulu paku keling penggantinya. Sementara untuk melepasnya, gunakan bor. Setelah saringan terbuka, balut kawat nyamuk di saringan. "Banyaknya balutan tergantung besarnya lubang saringan. Kalau diameter lubang sampai 4 milimeter, boleh dibalut sampai dua lilitan," anjur mekanik ramping itu. Saran Ketut, sebelum memasang kembali glasswool, kasa nyamuk diikat beberapa helai kawat. Maksudnya agar kawat nyamuk tidak lepas dan proses memasukkan glasswool mudah. Oh ya, selain glasswool lebih awet, menurut Ketut ada lagi keuntungan lainnya. Berdasarkan pengalaman, karakter tenaga motor jadi beda. Akselerasi juga jadi tambah bagus. "Itu karena silencer lebih padat. Tapi, jangan takut. Suara knalpot tidak akan jadi terlalu berisik. Karena kawat nyamuk masih meredam seperti glasswool," yakin Ketut. Penulis/Foto : Aries/Davi sumber : motorplus-online.com |
Jumat, 27 Agustus 2010
kampas kopling salah pasang bisa angus
Kalau karena penggunaan bisa bikin kampas kopling hangus sih sudah banyak yang tahu. Tapi, ada penyebab kampas bisa hangus karena kurang disadari. Fatalnya bukan karena pengguna yang salah teknik memainkan kopling, tapi mekanik bengkel enggak tahu tuh aturan main pasang kampas dan pelat kopling.
Paling jelas pemasangan kampas kopling. Dibolak-balik kampas kopling sepintas mirip. Padahal, ada bagian yang sedikit lebih tebal dibanding sisi yang lain. “Patokannya angka di kaki kampas,” bilang Subronto Laras dari Mandiri Motor, Jakarta.

Bronx alias Subronto mengingatkan aturan pasang kopling harus mengecek posisi angka di kaki kampas. Yang benar, nomor di pegangan kampas sebagai patokan. “Pasangnya harus ke arah luar semua. Jangan sampai mengarah ke dalam,” bilang Bronx yang bengkelnya di Jl. Panjang, Jakarta Barat.
Logikanya kenapa mesti dipasang ke arah luar dengan patokan angka di kaki kampas. Material friction clutch paling tebal hanya satu sisi di bagian yang ada angka di kaki kampas.
Sedang gesekan dan beban paling kuat ada di bagian yang ada angkanya. Seandainya dipasang terbalik, gesekan kampas dengan pelat pasti kejadian selip. Selip awal dari gejala kampas kopling bakal hangus.
Nah, ada lagi yang dilupakan mekanik waktu mengganti kampas kopling. Apa pernah mengecek ketebalan pelat? “Seandainya ketebalan kurang, pasti muncul gejala selip. Sudah ada patokan standar ketebalan pelat minimal. Seharusnya mekanik tahu,” tambah Yongi Setiady dari Yong’s Motor, Bandung.
Ukuran pelat kopling secara umum 0,01 mikron. Lebih dari itu berarti ketebalannya berkurang.
Penulis/Foto : Niko/YUdi
sumber :motorplus-online
Paling jelas pemasangan kampas kopling. Dibolak-balik kampas kopling sepintas mirip. Padahal, ada bagian yang sedikit lebih tebal dibanding sisi yang lain. “Patokannya angka di kaki kampas,” bilang Subronto Laras dari Mandiri Motor, Jakarta.
Bronx alias Subronto mengingatkan aturan pasang kopling harus mengecek posisi angka di kaki kampas. Yang benar, nomor di pegangan kampas sebagai patokan. “Pasangnya harus ke arah luar semua. Jangan sampai mengarah ke dalam,” bilang Bronx yang bengkelnya di Jl. Panjang, Jakarta Barat.
Logikanya kenapa mesti dipasang ke arah luar dengan patokan angka di kaki kampas. Material friction clutch paling tebal hanya satu sisi di bagian yang ada angka di kaki kampas.
Sedang gesekan dan beban paling kuat ada di bagian yang ada angkanya. Seandainya dipasang terbalik, gesekan kampas dengan pelat pasti kejadian selip. Selip awal dari gejala kampas kopling bakal hangus.
Nah, ada lagi yang dilupakan mekanik waktu mengganti kampas kopling. Apa pernah mengecek ketebalan pelat? “Seandainya ketebalan kurang, pasti muncul gejala selip. Sudah ada patokan standar ketebalan pelat minimal. Seharusnya mekanik tahu,” tambah Yongi Setiady dari Yong’s Motor, Bandung.
Ukuran pelat kopling secara umum 0,01 mikron. Lebih dari itu berarti ketebalannya berkurang.
Penulis/Foto : Niko/YUdi
sumber :motorplus-online
smash dibikin close ratio shogun 125
Dibandingkan Suzuki Shogun 125, nafas Smash 110 terbilang pendek. Terutama saat tuas persneling ada di posisi gigi 1, 2 dan 3. Wajar aja kalau top speed kalah cepat, bahkan terkadang terjadi penuruan tenaga di putaran tengah.
Padahal jika ingin membandingkan tenaga dari besarnya volume silinder, selisihnya cuma sedikit, yaitu 15 cc. Artinya ada salah satu komponen di Smash yang dibikin berbeda dari yang dimiliki Shogun 125.
“Itu karena rasio girboks punya Shogun 125. Sedikit lebih berat daripada punya Smash. Keuntungannya, meski tarikan awal kurang responsif namun jarak tempuh atau
nafasnya lebih panjang. Makanya disukai pemilik motor yang biasa jalan di trek panjang,” ujar Hidayat alias Kaka mekanik Kaka Motor.
Dilansir Kaka, perbedaan mencolok gir rasio diketahuinya saat bapak 1 anak itu menghitung jumlah rasio yang dimiliki Shogun 125. Dan dari hasil hitungan, didapat kalau rasio gigi 1, 2 dan 3 lebih berat. Meskipun pada final gir atau gigi ke-4, jumlah matanya sama.
Seperti contoh gigi 1 Smash 110 perbandingannya (11/33), lalu gigi 2 (16/30), gigi 3 (19/26) dan gigi 4 yaitu (19/20). Sementara gigi 1 Shogun 125 (11/32), lalu gigi 2 (14/25), gigi 3 (17/22) dan gigi 4 sama persis yaitu (19/20).
“Dari bedanya perbandingan, saya coba pasang girboks utuh punya Shogun 125 ke Smash 110. Hasilnya memang naik drastis. Apalagi waktu itu saya sengaja coba di trek Kemayoran dan Sentul besar tanpa menemui kendala apalagi terjadi mis,” klaim Kaka yang buka workshop di Jl. KH. Abdul Rozak, No. 37, Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi.
Tak hanya itu, pemasangan gir rasio Shogun 125 seharga kurang-lebih Rp 800 ribu ke Smash 110 pun tak banyak ubahan. Mengingat panjang poros gir rasio juga diameter masing-masing gir sama persis, walaupun yang membedakaan adalah jumlah matanya.
Bagi yang ingin beli gir rasio satuan juga tidak dilarang bila ingin ganti gir tanpa poros. Apalagi harga gir rasio per buah diperkiraan tidak lebih dari Rp 100 ribu, dan itu tergantung dari besar mata gir.
“Disarankan sih beli satu set. Sebab gir pinion yang menyatu dengan poros girboks jumlah matanya berbeda. Belum lagi kaki-kaki di gir rasio beda panjang ketimbang punya Smash 110 yang lebih pendek. Sehingga sulit menyatu waktu gigi saling bertemu setelah digeser drum pemindah,” lanjut Kaka yang tahun ini timnya bakal turun balap di OMR Honda.
Sip.
Penulis/Foto : Kris/Adib
sumber : motorplus-online
Padahal jika ingin membandingkan tenaga dari besarnya volume silinder, selisihnya cuma sedikit, yaitu 15 cc. Artinya ada salah satu komponen di Smash yang dibikin berbeda dari yang dimiliki Shogun 125.
“Itu karena rasio girboks punya Shogun 125. Sedikit lebih berat daripada punya Smash. Keuntungannya, meski tarikan awal kurang responsif namun jarak tempuh atau
Dilansir Kaka, perbedaan mencolok gir rasio diketahuinya saat bapak 1 anak itu menghitung jumlah rasio yang dimiliki Shogun 125. Dan dari hasil hitungan, didapat kalau rasio gigi 1, 2 dan 3 lebih berat. Meskipun pada final gir atau gigi ke-4, jumlah matanya sama.
Seperti contoh gigi 1 Smash 110 perbandingannya (11/33), lalu gigi 2 (16/30), gigi 3 (19/26) dan gigi 4 yaitu (19/20). Sementara gigi 1 Shogun 125 (11/32), lalu gigi 2 (14/25), gigi 3 (17/22) dan gigi 4 sama persis yaitu (19/20).
Tak hanya itu, pemasangan gir rasio Shogun 125 seharga kurang-lebih Rp 800 ribu ke Smash 110 pun tak banyak ubahan. Mengingat panjang poros gir rasio juga diameter masing-masing gir sama persis, walaupun yang membedakaan adalah jumlah matanya.
Bagi yang ingin beli gir rasio satuan juga tidak dilarang bila ingin ganti gir tanpa poros. Apalagi harga gir rasio per buah diperkiraan tidak lebih dari Rp 100 ribu, dan itu tergantung dari besar mata gir.
“Disarankan sih beli satu set. Sebab gir pinion yang menyatu dengan poros girboks jumlah matanya berbeda. Belum lagi kaki-kaki di gir rasio beda panjang ketimbang punya Smash 110 yang lebih pendek. Sehingga sulit menyatu waktu gigi saling bertemu setelah digeser drum pemindah,” lanjut Kaka yang tahun ini timnya bakal turun balap di OMR Honda.
Sip.
Penulis/Foto : Kris/Adib
sumber : motorplus-online
Langganan:
Postingan (Atom)